Gorontalo Utara (TROBOSLIVESTOCK.COM). Program hilirisasi ayam terintegrasi nasional resmi dimulai di Provinsi Gorontalo melalui kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipusatkan di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (6/2). Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan kawasan industri unggas modern yang dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan nasional.
Groundbreaking dilaksanakan di atas lahan seluas sekitar 5 hektar (ha) yang direncanakan akan dibangun pabrik pakan. Pembangunan fisik lanjutan masih menunggu hasil studi kelayakan (Feasibility Study) yang saat ini tengah dilakukan oleh Danantara melalui Boston Consulting Group (BCG).
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional yang diinisiasi Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD. Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai salah satu wilayah pelaksana tahap awal pengembangan industri ayam terintegrasi di tingkat nasional.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro serta Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan di sektor peternakan yang menunjukkan dukungan lintas institusi terhadap program ini.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menyampaikan bahwa Gorontalo termasuk provinsi yang dipilih langsung dalam fase pertama pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi. Ia menilai penunjukan ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan sektor peternakan modern.
“Gorontalo menjadi salah satu lokasi yang dipilih langsung oleh Bapak Menteri Pertanian untuk pelaksanaan groundbreaking tahap awal. Ini menjadi kebanggaan bersama, mengingat potensi wilayahnya sangat mendukung pengembangan industri peternakan terintegrasi,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, kondisi geografis dan ketersediaan lahan di Gorontalo Utara menjadi faktor penting dalam pengembangan kawasan industri unggas modern. Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu memperkuat sistem produksi pangan nasional sekaligus mendukung ketahanan serta kedaulatan pangan secara berkelanjutan.
Pengembangan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi di Gorontalo Utara dirancang tersebar di beberapa lokasi strategis. Selain Desa Tolongio sebagai pusat pembangunan pabrik pakan, kawasan pendukung lainnya meliputi Desa Motilhelumo di Kecamatan Sumalata Timur seluas 3 ha, Desa Putiana di Kecamatan Anggrek seluas 2,5 ha, serta Desa Dambalo di Kecamatan Tomilito dengan luas mencapai 10 ha.
Setiap lokasi direncanakan memiliki fungsi berbeda namun saling terhubung dalam satu rantai produksi. Desa Motilhelumo akan difokuskan sebagai kawasan pullet, Desa Dambalo untuk fasilitas Parent Stock (PS) layer, sementara Desa Putiana dirancang menjadi lokasi pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas cold storage guna mendukung distribusi hasil produksi.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menyebut momentum groundbreaking tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah pembangunan daerah. Ia menilai program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah dalam menghadirkan industri peternakan yang terstruktur dan berdaya saing tinggi.
“Program ini kami harapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi peternak di Gorontalo Utara,” kata Thariq.
Lebih lanjut, Thariq menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam realisasi program tersebut. Ia menegaskan bahwa groundbreaking ini menjadi langkah awal transformasi sektor peternakan di Gorontalo Utara sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pilar penting dalam industri pangan nasional.shara




