Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sebagai upaya memperkuat pendekatan One Health melalui kolaborasi lintas sektor, multisektoral, dan transdisipliner, Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia memulai pelaksanaan Program KITA SEHAT. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa pendekatan One Health menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan global karena kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan memiliki keterkaitan yang sangat erat. “Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting, mengingat kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan saling terkait erat dan saling bergantung satu sama lain,” ujar Nuryani di Jakarta pada Selasa (9/6).
Adapun sebagai langkah awal pelaksanaan program, Nuryani yang juga menjabat sebagai Co-Chair Program Technical Committee (PTC) on One Health and Health Security memimpin pertemuan perdana Komite Pengarah Teknis (PTC) One Health and Health Security Program KITA SEHAT bersama First Secretary Health for the Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Australia, Madeleine Scott. Pertemuan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Ditjen PKH Kementan, Kemenkes, Bappenas, DFAT, Tim Manajemen Program KITA SEHAT, serta dinas yang membidangi fungsi kesehatan manusia dan kesehatan hewan di tiga provinsi lokasi pilot project, yakni Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Barat Daya.
Keterlibatan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi program berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah. Menurut Nuryani, pertemuan perdana ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan awal sekaligus menyusun arah pelaksanaan kegiatan Program KITA SEHAT sepanjang 2026.
“Pertemuan ini bertujuan untuk membahas perkembangan dan rencana pelaksanaan kegiatan KITA SEHAT, memberikan rekomendasi strategis terhadap prioritas kegiatan dalam Annual Work Plan 2026, serta menyepakati pendekatan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan tahun 2026,” urai dia.
Berbagai agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan hewan di daerah percontohan, penguatan mekanisme pertukaran data lintas sektor, pengembangan jejaring laboratorium One Health untuk deteksi dini dan respons penyakit zoonosis, hingga penguatan Sistem Kesehatan Hewan Nasional melalui optimalisasi peran Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Otoritas Veteriner (OTOVET).
Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa implementasi Program KITA SEHAT di Jawa Barat, NTT, dan Papua Barat Daya akan dirancang secara fleksibel sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Menurutnya, setiap provinsi memiliki tantangan yang berbeda. “Pelaksanaan kegiatan Program KITA SEHAT di tiga provinsi yang menjadi pilot project akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Hendra.
Karena itu, lanjutnya, pendekatan yang diterapkan tidak dapat diseragamkan. Program akan difokuskan pada penguatan aspek yang paling dibutuhkan di setiap wilayah agar manfaatnya lebih optimal dan berdampak langsung.
Program KITA SEHAT diharapkan mampu memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional melalui integrasi sektor kesehatan manusia dan kesehatan hewan. Pendekatan ini menjadi semakin penting dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis, perubahan iklim, serta berbagai tantangan kesehatan lintas batas yang semakin kompleks.
Melalui kerja sama Indonesia dan Australia, program ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas daerah, meningkatkan sistem deteksi dan respons penyakit, serta membangun koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ekosistem kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan.bella






