Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

Kementan dan KAI Logistik Hidupkan Kembali Kereta Angkut Ternak

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian bersama KAI Logistik mendorong reaktivasi sekaligus modernisasi angkutan ternak menggunakan moda kereta api. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem distribusi ternak nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah terhadap kesejahteraan hewan.

Penggunaan kereta api untuk angkutan ternak sejatinya bukan hal baru di Indonesia. Layanan berbasis rel tersebut pernah beroperasi sejak era 1960-an hingga awal 2000-an, sebelum akhirnya berhenti beroperasi. Kini, pemerintah bersama operator logistik berupaya menghidupkan kembali layanan tersebut dengan konsep dan teknologi yang lebih modern.

Sebagai bagian dari pengembangan distribusi ternak nasional, KAI Logistik menyiapkan layanan pengiriman hewan ternak menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer. Skema tersebut dirancang menjadi alternatif distribusi jarak jauh untuk memperlancar pengiriman ternak dari sentra produksi menuju wilayah konsumen.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, penggunaan moda rel juga dinilai mampu memberikan standar kesejahteraan hewan yang lebih baik dibandingkan angkutan umum konvensional. Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat stres ternak selama perjalanan distribusi jarak jauh.

Pelaksana Harian Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Boethdy Angkasa, mengatakan pemanfaatan moda rel menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi subsektor peternakan nasional. Menurutnya, penguatan distribusi akan berdampak langsung terhadap efisiensi rantai pasok dan daya saing peternak.

“Angkutan ternak dengan kereta api sebenarnya bukan hal baru. Dulu pernah berjalan rutin rute Surabaya-Jakarta. Sekarang kita dorong kembali dengan teknologi gerbong dengan standar kesejahteraan hewan yang jauh lebih baik, sesuai Permentan Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan,” ujar Boethdy di Jakarta, Senin (11/5).

Boethdy menjelaskan moda transportasi kereta api memang memiliki keterbatasan jangkauan karena bergantung pada jaringan rel yang tersedia. Maka, sistem distribusi tetap membutuhkan dukungan moda transportasi lain agar distribusi ternak dapat berjalan optimal dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, integrasi antarmoda menjadi faktor penting dalam keberhasilan distribusi ternak nasional. Truk tetap dibutuhkan untuk proses pengangkutan awal dari kandang menuju stasiun maupun pengiriman akhir dari stasiun menuju rumah potong hewan (RPH).

“Karena itu skemanya komplementer. Tetap butuh integrasi truk untuk first-mile dari kandang ke stasiun dan last-mile dari stasiun ke RPH. Sinergi antarmoda ini kuncinya,” sampainya.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan pihaknya melakukan modernisasi terhadap layanan angkutan ternak yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi. Modernisasi tersebut dilakukan melalui penggunaan gerbong kontainer modifikasi khusus untuk hewan hidup dengan fasilitas yang lebih memadai.

“Kami hadirkan kembali layanan ini dengan gerbong kontainer modifikasi khusus hewan hidup, dilengkapi ventilasi dan fasilitas minum sesuai Permentan 32/2025 diimplementasikan dengan standar yang lebih modern,” ujar Yuskal seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (10/5).

Pada tahap awal, layanan pengangkutan ternak direncanakan melayani rute Banyuwangi menuju Jakarta. Satu rangkaian kereta diperkirakan mampu mengangkut sekitar 280 ekor ternak dengan estimasi waktu tempuh stasiun ke stasiun sekitar 26 jam.

Dengan kondisi infrastruktur rel yang tersedia saat ini, perjalanan menggunakan kereta api dinilai lebih stabil dibanding transportasi darat biasa. Kondisi tersebut diharapkan mampu meminimalkan tingkat stres pada ternak selama proses pengiriman berlangsung.

Boethdy menambahkan penguatan distribusi dan hilirisasi peternakan akan terus menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat subsektor peternakan nasional. Menurutnya, sistem distribusi yang efisien akan membantu meningkatkan daya saing peternak rakyat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

“Distribusi yang kuat akan memperkuat daya saing peternak rakyat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Efektivitasnya bergantung pada kelancaran integrasi antarmoda dari hulu ke hilir,” pungkasnya.shara

Tag:

Bagikan:

Trending

By Kementan
Kementan dan KAI Logistik Hidupkan Kembali Kereta Angkut Ternak
By Shara
JAPFA Angkat Isu Gizi Anak Lewat AKJJ 2026
2a910386-c111-4b68-baf2-f0bed5c916b8
NKV dan Higiene Sanitasi untuk Produk Unggas Berkualitas
Dirjen PKH
Pemerintah Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat  
3f284a31-fd0e-480a-880f-59e17cedca87
ILDEX Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan Kementan RI
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!