Trobos banner 2026.May

Kontes Ternak & Seni Ketangkasan Domba Garut Tampil di Indo Livestock 2026

Tangerang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ada yang berbeda dalam gelaran Indo Livestock Expo dan Forum 2026 yang ke 19 ini, dengan diadakannya Indo Livestock Grand Championship (ILGC) yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. ILGC merupakan kegiatan Kontes Ternak dan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) serta PT Napindo Media Ashatama penyelenggara Indo Livestock Expo dan Forum 2026 .

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kontes Ternak dan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) digelar di dalam hall pameran internasional, menghadirkan wajah baru peternakan rakyat Indonesia yang lebih modern, nyaman, dan dekat dengan masyarakat. Di balik perubahan lokasi tersebut, tersimpan pesan yang lebih besar: peternakan rakyat mulai tampil percaya diri di panggung yang lebih luas, berdampingan dengan pameran peternakan internasional yang dihadiri pelaku industri dari berbagai negara.

Managing Director PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta, menilai ILGC merupakan titik temu penting bagi seluruh ekosistem peternakan Indonesia. “Bagi kami, ILGC bukan sekadar kontes ternak. Setiap ternak yang hadir di arena ini tidak hanya mewakili sebuah kandang atau peternakan, tetapi juga mewakili dedikasi, ketekunan, dan harapan para peternak untuk membangun peternakan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Sambung Arya, bahwa penyelenggaraan ILGC yang berdampingan dengan pameran peternakan internasional membuka kesempatan besar untuk memperkenalkan keunggulan peternakan Indonesia kepada dunia. “Tahun ini menjadi momentum yang sangat istimewa karena untuk pertama kalinya ILGC hadir berdampingan dengan pameran peternakan internasional. Ini menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki sumber daya genetik ternak yang unggul, budaya peternakan yang kuat, dan peternak-peternak yang mampu bersaing,” katanya.

fbc67f82 2561 45d2 9f78 5fa8e2e1f77e scaled

Sementara menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, penyelenggaraan tahun ini sebagai langkah baru dalam pengembangan peternakan rakyat. “Tahun ini merupakan tahun perdana pelaksanaan kontes ternak dan Seni Ketangkasan Domba Garut yang disatukan dengan Indo Livestock dalam format indoor. Ternyata hasilnya sangat positif. Lebih nyaman bagi peserta, lebih nyaman bagi ternaknya, dan juga lebih nyaman bagi masyarakat yang ingin mengenal dunia peternakan secara langsung,” ujar Agung saat membuka ILGC (16/6/2026).

Agung menilai format indoor membuka ruang edukasi yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk mengenal peternakan ruminansia secara langsung. “Dengan konsep indoor, masyarakat bisa melihat langsung berbagai jenis ternak tanpa terganggu cuaca. Ini menjadi momentum edukasi agar masyarakat semakin mengenal dan mengapresiasi peternakan ruminansia Indonesia,” katanya.

173537ec 333d 4ac1 b3c5 1022f4cd95c1 scaled

ILGC 2026 menampilkan berbagai rumpun unggulan kambing dan domba seperti Peranakan Etawah (PE), Kaligesing, Senduro, Dorper, Suffolk, hingga Awassi. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat sapi pedaging dan sapi perah yang menjadi bagian penting pembangunan peternakan nasional.

Namun di antara seluruh ternak yang tampil, Domba Garut tetap menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena karakter fisiknya yang khas, tetapi karena merupakan salah satu Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) lokal asli Indonesia yang berhasil bertahan dan berkembang selama puluhan tahun. “Jika dunia mengenal Wagyu dari Jepang atau Merino dari Australia, maka Indonesia memiliki Domba Garut sebagai salah satu kebanggaan genetik ternak nasional,” tegas Agung.

Agung menilai keberlanjutan Domba Garut tidak lepas dari kuatnya tradisi yang hidup di tengah masyarakat. “Budaya dan peternakan tidak boleh dipisahkan. Justru karena ada budaya Seni Ketangkasan Domba Garut, plasma nutfah ini tetap terjaga dan berkembang hingga sekarang,” ujarnya.

Bagi Kementerian Pertanian, momentum ini bukan sekadar memindahkan arena kontes. Ini merupakan upaya memperkenalkan kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia sekaligus mempertemukan budaya, ekonomi, dan masa depan peternakan nasional dalam satu panggung. Selain menjadi ajang pelestarian plasma nutfah, penyelenggaraan SKDG juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan prinsip kesejahteraan hewan.

Mengedepankan Animal Welfare

Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Yudi Guntara Noor, menilai penyelenggaraan SKDG secara indoor menjadi terobosan yang memperlihatkan bahwa budaya lokal dapat tampil modern tanpa kehilangan identitasnya. “Awalnya kami juga tidak membayangkan Seni Ketangkasan Domba Garut bisa tampil di dalam ruangan pada ajang sebesar Indo Livestock. Namun justru di sinilah nilai pentingnya. Kita ingin menunjukkan bahwa peternakan rakyat, budaya lokal, dan sumber daya genetik asli Indonesia mampu tampil lebih modern, profesional, dan dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujar Yudi.

Dia melihat ILGC menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bibit-bibit unggul Domba Garut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan prinsip kesejahteraan hewan.“Hari ini masyarakat bisa melihat langsung kualitas bibit-bibit terbaik Domba Garut yang merupakan salah satu kekayaan genetik bangsa. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang menjaga warisan peternakan Indonesia,” katanya.

Yudi menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan mengedepankan prinsip animal welfare. “HPDKI bersama seluruh panitia menempatkan aspek kesejahteraan hewan sebagai prioritas utama. Kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan standar pemeliharaan dan perlindungan hewan yang baik,” ujarnya.

Antusiasme peternak terhadap penyelenggaraan ILGC 2026 juga sangat tinggi. Sekitar 600 ekor ternak unggulan ditampilkan selama tiga hari pelaksanaan, melibatkan peternak dari sekitar 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, wilayah Banten, serta berbagai daerah lainnya. ramdan

Tag:

Bagikan:

Trending

ef556417-118f-4283-9bd8-e8b478313bb6
Mendorong Konsumsi Protein Hewani untuk Generasi Emas 2045
a184df42-7b2b-4e50-a5d5-30f3b25732af
Kontes Ternak & Seni Ketangkasan Domba Garut Tampil di Indo Livestock 2026
WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.22.24
Optimalisasi Sentra Sapi di NTT  
Para Pembicara by Ramdan
adiCox® AP : Fitogenik untuk Performa Usus Optimal
WhatsApp-Image-2026-06-12-at-13.37.23
Indonesia & Australia Inisiasi Program KITA SEHAT  
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!