Livestock Free Ads
IMG 7184 scaled

Kuliner Lokal Kerupuk Telur Itik Mesuji

Masih mempertahankan metode tradisional yang sudah terbukti efektif dan sesuai dengan selera pasar lokal, di antaranya campuran abu dan bubuk bata merah sebagai media pembungkus telur

 

Olahan telur itik telah lama menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara, salah satunya adalah telur asin yang dikenal luas karena cita rasanya yang gurih dan tahan lama. Inovasi dari produk tradisional ini terus berkembang, di antaranya dengan mengolah bagian kuning telur asin menjadi kerupuk telur yang unik dan bernilai jual tinggi. Proses pengolahan yang relatif sederhana namun memerlukan ketelitian ini, memungkinkan para pelaku usaha rumahan, terutama di daerah pedesaan, untuk menciptakan peluang ekonomi baru. Dari sekadar pengawetan, kini telur itik mampu diolah menjadi produk siap saji yang menarik dan potensial.

Salah satu pelaku usaha yang berhasil memanfaatkan potensi olahan telur itik ini adalah Ahmad Syarif Hidayat, warga Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung. Ia memulai usahanya bermodalkan semangat dan keberanian untuk mencoba. Berawal dari kondisi sebagai pengangguran dan keterbatasan akses pekerjaan, Syarif melihat peluang dari telur itik milik temannya dan mulai belajar mengolahnya menjadi telur asin. Dengan tekad kuat dan kemauan belajar secara mandiri, ia mengembangkan produknya hingga mampu menciptakan olahan lain berupa kerupuk telur.

Perjalanan usahanya dimulai secara sederhana. Syarif awalnya hanya membantu menjualkan telur itik milik temannya, namun keuntungan dari penjualan tersebut sangat kecil, hanya sekitar Rp 5.000 per satu tray telur. Situasi itu membuatnya berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih bernilai dari telur-telur tersebut, hingga muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi produk jadi.

Keseriusan Syarif dalam menekuni usaha ini dimulai sejak awal 2019. Proses belajarnya dilakukan secara otodidak, bermodalkan video-video tutorial di YouTube. “Belajar dari YouTube juga tidak sempurna, tapi saya mencoba-coba sendiri, kurangnya apa, saya perbaiki. Saya lantas mencoba dan memperbaiki resep hingga akhirnya menemukan formula yang pas untuk menghasilkan telur asin dengan cita rasa yang layak jual,” kisahnya.

Proses Produksi

Dalam proses produksi telur asin, Syarif masih mempertahankan metode tradisional yang menurutnya sudah terbukti efektif dan sesuai dengan selera pasar lokal. Ia menggunakan campuran abu dan bubuk bata merah sebagai media pembungkus telur. Media ini memiliki fungsi utama sebagai agen penyerap kelembapan, sekaligus memperlambat proses pembusukan selama masa pemeraman.

“Telur itik yang digunakan terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dilumuri adonan campuran tersebut secara merata hingga seluruh permukaan tertutup rapat. Setelah itu, telur-telur yang sudah dibalut dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan dibiarkan mengalami proses pemeraman selama kurang lebih sepuluh hari. Suhu dan kelembapan ruangan tempat pemeraman harus dijaga agar tidak terlalu lembap maupun terlalu kering, karena dapat memengaruhi hasil akhir,” saran dia.

Setiap minggunya, ia mampu mengolah antara 15 hingga 20 tray telur, yang masing-masing tray berisi sekitar 30 butir. Artinya, dalam seminggu ia memproses kurang lebih 450 hingga 600 butir telur asin. Adapun setelah proses pemeraman selesai, telur-telur kemudian dicuci bersih dari lapisan abu menggunakan air bersih. Telur-telur ini kemudian dikeringkan sebelum dikemas. Untuk pengemasan, Syarif menggunakan plastik mika bening sederhana, dan dijual dengan harga Rp 4.000 per butir.

Sementara itu, Syarif menjelasakan, bahwasanya produksi kerupuk telur asin memanfaatkan bagian kuning telur asin yang sudah matang. “Kuning telur tersebut dipisahkan, dihancurkan, dan kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu racikan. Adonan kerupuk ini kemudian dicetak tipis-tipis dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama beberapa jam hingga benar-benar kering dan keras,” kata dia.

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Livestock edisi 310/ Juli 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Upaya Pengembangan Substitusi SBM dengan Bahan Pakan Lokal  
BRIN
BRIN Perkuat Diplomasi Peternakan di Tiongkok
WhatsApp-Image-2026-01-15-at-12.58.44
Pemerintah Mengalokasikan 4,8 T di Sektor Peternakan Sapi
4186d886-89df-45e7-a483-0e6b667a9ed9
Sikap Permindo di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Pakan
b13965ca-8b38-4dfe-a162-681651d161e6
Komitmen Permindo Memperjuangkan Aspirasi Peternak Mandiri
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!