Kupang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat NTT menjadi sentra sapi nasional dengan menyalurkan 3.000 semen beku dan 1.400 liter cairan nitrogen untuk mendukung peningkatan populasi dan kualitas genetik sapi pedaging di wilayah tersebut.
Melihat tradisi beternak di NTT dinilai menjadi potensi pengembangan sektor peternakan khususnya di sektor sapi potong. Langkah ini diambil pemerintah sebagai upaya pengembangan sentra sapi nasional dan memperkuat peran NTT sebagai pemasok daging nasional.
Disampaikan Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak,Ditjen PKH, Kementan Hary Suhada, langkah strategis ini menjadi program khusus pemerintah dalam mendorong pemenuhan sapi nasional dengan mendistribusikan 25.000 semen beku. Program ini didistribusikan ke 20 provinsi di Indonesia dan ditargetkan menghasilkan 112.500 kelahiran pedet.
“Alokasi semen beku yang disalurkan tahun ini diharapkan menjadi faktor pengungkit peningkatan populasi dan mutu genetik ternak sapi di NTT. Keberhasilan program ini memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan petugas lapangan. Kami juga mendorong pelaksanaan inseminasi buatan mandiri seiring terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pelayanan Perkawinan Ternak,” ucap Hary Suhada saat mendampingi kunjungan kerja Komite II DPD RI di Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi NTT, Kupang, Jumat (12/6/2026).
Sebagai lumbung sapi nasional, NTT memiliki populasi sapi potong 622.276 ekor pada 2026 yang berstatus bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Dengan banyaknya jumlah populasi tersebut, 2.700 diantaranya adalah semen beku rumpun Simmental, PO, Limousin, dan, Angus. Sedangkan 300 diantaranya merupakan semen beku kerbau.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan, apresiasinya kepada pemerintah yang telah mendorong provinsi NTT menjadi sentra sapi nasional, “Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan melalui alokasi 3.000 dosis semen beku. Bantuan ini sangat penting untuk mempercepat peningkatan populasi dan mutu genetik sapi di NTT serta memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu sentra peternakan nasional,” sambut Emanuel.
Program ini juga mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako, melihat berbagai peluang program nasional pemerintah yang menjadi potensi bagi daerah untuk mewujudkan sentra peternakan sebagai upaya mendukung pasokan daging nasional.
Kebutuhan daging, susu, dan telur nasional masih terus meningkat, terlebih dengan adanya berbagai program strategis pemerintah. NTT memiliki keunggulan sebagai sentra sapi potong yang berkontribusi terhadap pasokan daging nasional. “Melalui pemanfaatan teknologi inseminasi buatan, kami berharap terjadi peningkatan populasi dan mutu genetik ternak secara berkelanjutan sehingga kesejahteraan peternak juga semakin meningkat,” ujar Angelius.
Kementerian Pertanian menegaskan kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor peternakan di NTT, turut melibatkan peran peternak dan akademisi untuk memperkuat dari berbagai aspek, termasuk di dalamnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi reproduksi. Lewat kolaborasi ini diharapkan dapat memperkokoh “Nusa Ternak” dan mendukung ketahanan pangan di Indonesia.fara




