Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Persatuan Peternak Mandiri Indonesia (Permindo) melaporkan pokok-pokok pembahasan terkait masalah harga live bird atau LB (ayam hidup) broiler (ayam pedaging) beberapa waktu lalu. Dalam notulensinya, tertulis peran dan sikap Permindo, yakni Permindo hadir untuk saling mendukung asosiasi yang ada dan membangun kolaborasi. Permindo juga berperan sebagai wadah konsolidasi dan penyalur aspirasi peternak rakyat.
Pada pembahasan digitalisasi dan penyaluran aspirasi, tertulis bahwasanya Permindo mendorong digitalisasi data sebagai dasar pengambilan keputusan bersama. Adapun sikap terhadap harga LB disepakati bahwa perlu adanya dukungan terhadap pemulihan dan kenaikan harga LB. Harga LB pun disepakati naik Rp 500 per kg mulai besok (13/1).
Poin selanjutnya ialah penegakan regulasi, di mana penting untuk menegakkan peraturan menteri pertanian (50:50) secara konsisten. Pada poin harga pakan dan dampak kebijakan, dibahas pula efek kebijakan SBM (soybean meal) dan program MBG (makan bergizi gratis) terhadap dinamika harga pakan dan pasar.
Kemudian, dengan berjalannya program MBG, muncul dampak psikologis terhadap pergerakan harga, yang dapat mendorong tren kenaikan harga ketika ekspektasi pasar positif, atau menekan harga kembali ketika persepsi pasar berubah, sehingga menimbulkan efek domino terhadap biaya produksi, keputusan produksi, dan keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Terkait dfisiensi dan produktivitas, ditekankan oleh Permindo pentingnya peningkatan produktivitas untuk memperkuat efisiensi peternak rakyat. Berikutnya pada poin akses pembiayaan, peternak mengharapkan akses pembiayaan untuk naik kelas usaha dan produktivitas. Isu ini akan menjadi bagian dari program yang diperjuangkan Permindo.
Kesimpulan yang tertera dalam notulensi ialah, Permindo berkomitmen mendorong stabilisasi harga, penegakan regulasi, efisiensi usaha, serta penguatan peternak rakyat, melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.bella





