Livestock Free Ads
iklan banner website Zhejiang Maret scaled

Strategi Penguatan Pakan Ayam Petelur

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan kemandirian pakan ayam petelur sebagai bagian dari strategi mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai penting tidak hanya bagi stabilitas industri peternakan, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.

Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang strategis karena mudah diolah dan memiliki nilai gizi tinggi. Komoditas ini dinilai berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan program MBG yang tengah digalakkan pemerintah.

Penguatan sektor pakan menjadi perhatian utama karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi telur. Upaya tersebut dipandang penting untuk menjamin keberlanjutan produksi telur nasional sekaligus memperkuat kemandirian pangan.

Isu tersebut menjadi salah satu topik utama dalam Webinar Pakan Series #6 bertajuk “Strategi Penguatan Kemandirian Pakan Petelur untuk Mendukung Makan Gizi Gratis”. Kegiatan yang digelar pada Kamis (5/3) itu diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi peternakan, hingga pemangku kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Melasari menjelaskan bahwa program MBG merupakan investasi strategis jangka panjang pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurut dia, program tersebut tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas generasi bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa, mencegah stunting, serta mengatasi gizi buruk dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Tri.

Ia menambahkan bahwa telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah dan memiliki nilai gizi tinggi sehingga keberlanjutan produksinya harus dijaga. Tri juga menyoroti tantangan utama dalam industri ayam petelur, yakni ketergantungan terhadap pakan yang mencapai 60-70 % dari total biaya produksi.

Ketergantungan tersebut tidak hanya berasal dari bahan baku lokal seperti jagung, tetapi juga dari bahan impor seperti bungkil kedelai. Karena itu, menurutnya, upaya memperkuat kemandirian pakan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri peternakan nasional. “Karena itu, penguatan kemandirian pakan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, menjelaskan bahwa arah kebijakan strategis pembangunan peternakan dan kesehatan hewan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan hewani. Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan sistem kesehatan hewan.

Menurut Hary, fokus utama kebijakan tersebut mencakup pengendalian penyakit menular pada ternak serta pengembangan kawasan budidaya berbasis inovasi teknologi. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) serta pemberdayaan peternak rakyat.

Ia juga memaparkan peta jalan penyediaan telur ayam hingga 2026 yang diproyeksikan akan terus meningkat seiring implementasi program MBG. Meski kebutuhan telur diperkirakan meningkat, ketersediaan telur nasional masih diproyeksikan berada dalam kondisi surplus pada tahun tersebut.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga mendorong pengembangan produksi telur di luar Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan yang selama ini masih terpusat di wilayah Jawa.

WhatsApp Image 2026 03 11 at 15.36.32
By Kementan

Dari sisi akademisi, dosen Fakultas Peternakan IPB, Prof. Idat G. Permana, menekankan pentingnya sektor unggas dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menilai peternakan unggas menjadi tulang punggung penyediaan protein hewani karena produknya relatif terjangkau dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Idat, pakan merupakan komponen utama dalam produksi telur sehingga pengelolaannya harus mendapat perhatian serius. Ia menjelaskan bahwa pakan merupakan campuran berbagai bahan yang disusun secara khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

“Pakan adalah campuran berbagai bahan pakan yang disusun secara khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak, dan komponen ini menyumbang sekitar 60-70 % dari total biaya produksi telur,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kualitas dan keseimbangan nutrisi ransum sangat menentukan produktivitas ayam. Faktor tersebut juga memengaruhi kualitas telur, efisiensi konversi pakan, serta kesehatan dan daya tahan ternak. “Pakan merupakan fondasi utama keberhasilan usaha peternakan ayam petelur rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, praktisi peternakan Asep Saipul Irawan membagikan pengalaman lapangannya dalam mengelola usaha ayam petelur yang telah dirintis sejak 2010. Saat ini ia mengelola sekitar 20 ribu ekor ayam petelur dalam kegiatan usahanya.

Menurut Asep, biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara optimal. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pakan serta manajemen pemberian pakan yang tepat.

“Kami selalu memastikan kualitas pakan terjaga, pemberian pakan dilakukan tepat waktu, dan ketersediaan air minum selalu terpenuhi. Dengan manajemen tersebut diharapkan ayam dapat bertelur dengan kualitas dan jumlah yang baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai peningkatan efisiensi pakan menjadi kunci keberlanjutan usaha peternakan, terutama bagi peternak rakyat yang menghadapi berbagai tantangan biaya produksi. Dengan manajemen pakan yang baik, ia berharap produktivitas ayam petelur dapat terus terjaga.shara

Tag:

Bagikan:

Trending

By Kementan
Strategi Penguatan Pakan Ayam Petelur
By TROBOS
Harga Pakan Unggas Terpantau Turun
f4bcbd15-ad0c-4da4-9a5a-0dcf8fb6afad
Kementan Lepas Ekspor Produk Unggas ke Tiga Negara
BRIN
BRIN Kembangkan Pengencer Semen Berbasis Nabati
d3943e98-8ea0-45a2-8d19-5078676be123
Pembatasan Impor Saudi, Indonesia Perkuat Biosekuriti
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!