Surabaya (TROBOSLIVESTOCK.COM). Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pentingnya memperkuat peran Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma sebagai motor produksi vaksin hewan nasional. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas tersebut pada Jumat (21/11). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat subsektor peternakan dalam mendukung target swasembada pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono menilai koordinasi antarlembaga di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) masih perlu diperkuat. Ia mengatakan bahwa komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci percepatan kinerja lembaga. “Kementan memiliki sumber daya yang luar biasa, balai-balai yang kuat, para ahli yang kompeten. Jika semua saling terhubung, hasilnya akan jauh lebih optimal,” ujarnya.

Wamentan juga mendorong Pusvetma untuk memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi. Ia menyebut kerja sama riset dan pengembangan menjadi faktor penting untuk mempercepat inovasi vaksin hewan. Menurutnya, percepatan riset akan memperkuat kemampuan bangsa dalam menghadapi tantangan kesehatan hewan di masa depan.
Sudaryono turut meminta agar kapasitas produksi vaksin terus ditingkatkan untuk mendukung stabilitas kesehatan hewan nasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi vaksin akan berdampak langsung pada ketahanan subsektor peternakan. “Produktivitas vaksin harus terus ditingkatkan. Kalau Pusvetma makin kuat, produksi naik, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut meningkat. Ini berdampak langsung pada penguatan subsektor peternakan dan mendukung tujuan presiden untuk swasembada pertanian,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan komitmennya mendukung peningkatan produksi vaksin nasional. Ia mengatakan bahwa kesehatan ternak berkaitan erat dengan produktivitas sektor peternakan. “Kami ingin menjadi bagian dari kontribusi dengan memproduksi vaksin berkualitas untuk mendukung program pemerintah. Kesehatan ternak berhubungan langsung dengan produktivitas, sehingga produksi vaksin dalam negeri sangat penting bagi tercapainya swasembada pertanian,” ujarnya.
Agung menambahkan bahwa ketersediaan vaksin dalam negeri akan mengurangi ketergantungan impor. Ia menilai hal ini akan mempercepat penanganan penyakit hewan dan meningkatkan ketahanan protein hewani nasional. Menurutnya, vaksin merupakan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas produksi sektor peternakan.
Selama kunjungan, Sudaryono berkesempatan meninjau langsung fasilitas produksi vaksin Pusvetma. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan lembaga tersebut dalam mengembangkan berbagai jenis vaksin strategis untuk mendukung sektor peternakan. Ia menyebut bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada tanaman pangan, tetapi juga kesehatan hewan.
“Pusvetma harus terus berinovasi, sering berdiskusi dengan kampus dan lembaga riset. Kalau produksi vaksin meningkat, sektor peternakan kita makin tangguh,” ucapnya.
Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas Pusvetma. Dukungan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia dan modernisasi fasilitas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran Pusvetma sebagai pilar utama dalam produksi vaksin hewan nasional di masa depan.shara




