Livestock Free Ads
website banner 2

Peternak Layer Bali Bahas Sistem Cage-Free

Tabanan (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dalam rangka mendorong praktik peternakan ayam petelur (layer) yang lebih beretika dan berkelanjutan, Animals Don’t Speak Human (ADSH) menggelar Sarasehan Penerapan Kesejahteraan Hewan dan Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur Bebas Sangkar (Cage-Free). Sarasehan ini berlangsung pada Rabu (17/12/25) di Rumah Hijau Bali, Apuan.

Kegiatan ini mempertemukan peternak layer konvensional, perwakilan pemerintah daerah, organisasi kesejahteraan hewan, asosiasi peternak, hingga pelaku sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). Sarasehan ini menjadi ruang dialog terbuka guna membahas tantangan, peluang, serta langkah awal transisi menuju sistem peternakan ayam petelur bebas sangkar (cage-free) di Bali.

WhatsApp Image 2026 01 07 at 10.56.01 1
Istimewa

Sejumlah narasumber hadri dalam agenda ini, di antaranya Animals Don’t Speak Human, Indonesia Cage-Free Association (ICFA), perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, peternak layer yang telah menerapkan sistem cage-free, serta perwakilan sektor horeka. Diskusi panel dan sesi tanya jawab menjadi ruang bagi peternak untuk menyampaikan kekhawatiran, kebutuhan dukungan, serta kesiapan mereka dalam memulai transisi.

Panitia Acara Sarasehan, Abiel Syahputra, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memberi pemahaman praktis kepada peternak konvensional tentang prinsip kesejahteraan hewan, dasar hukum yang sudah berlaku, serta peluang transisi ke sistem cage-free sebagai pasar bernilai tambah.

Adapun sebagian besar produksi telur di Indonesia masih bergantung pada sistem kandang baterai konvensional yang membatasi perilaku alami ayam. Padahal, tren global dan permintaan pasar terutama dari sektor pariwisata menunjukkan peningkatan kebutuhan akan produk pangan hewani yang dihasilkan secara lebih etis dan bertanggung jawab. Bali, sebagai destinasi pariwisata internasional, dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan ini.

WhatsApp Image 2026 01 07 at 10.56.01
Istimewa

Dalam sarasehan ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai prinsip dasar perlindungan dan kesejahteraan hewan, perbandingan sistem peternakan konvensional dan bebas sangkar, serta aspek teknis pengelolaan pakan, kesehatan, dan lingkungan dalam sistem cage-free. Selain itu, dibahas pula peluang pasar telur bebas sangkar di Bali, khususnya untuk memenuhi kebutuhan industri perhotelan dan kuliner yang berkomitmen pada rantai pasok berkelanjutan.

Melalui sarasehan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya kesejahteraan hewan, sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi antara peternak, pemerintah, dan sektor swasta. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi pengembangan peternakan ayam petelur cage-free di Bali.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia, mengaku bahwa ia banyak menemui anak muda yang tertarik dan bergerak dalam kerja-kerja pertanian organik dan peternakan berkelanjutan. “Saya berharap ada lebih banyak orang lagi ya concern soal isu-isu ini,” harapnya.

Ke depan, penerapan sistem peternakan yang lebih ramah hewan tidak hanya diharapkan meningkatkan kesejahteraan ayam petelur, tetapi juga memperkuat daya saing produk telur lokal Bali di tengah tuntutan pasar global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan dan etika produksi pangan.bella

Tag:

Bagikan:

Trending

d3943e98-8ea0-45a2-8d19-5078676be123
Pembatasan Impor Saudi, Indonesia Perkuat Biosekuriti
993cab3f-78b1-41ac-8053-00320dd5eefb
Regulasi Sistem Peternakan Sapi Perah Organik
d686b50c-dc65-4306-804e-d01d08c427d9
Manajemen Kualitas Air pada Musim Hujan
6a6a62aa-7bb2-4784-993b-7c1d8d9d5a7c
PERMINDO Desak Stabilitas Harga Ayam
kantor staf kepresidenan
Agreement Impor CLQ: Tantangan Kedaulatan Industri Perunggasan Nasional
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!