Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kepada Ketua Komisi IV DPR RI
Ibu Titiek Soeharto
Mengapa Peternak Masih Membayar Mahal di Tengah Klaim Swasembada Jagung?
Kepada Yth.
Ketua Komisi IV DPR RI
di Tempat
Dengan hormat,
Kami dari Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) menyampaikan satu pertanyaan mendasar yang hingga hari ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan dari tata kelola perunggasan nasional:
Mengapa harga jagung pakan tetap tinggi dan industri pakan masih mensubstitusi kebutuhan jagung dengan gandum, padahal Indonesia mengklaim telah mencapai swasembada jagung?
Pertanyaan ini bukan sekadar persoalan statistik. Ini adalah persoalan hidup dan matinya peternak rakyat Indonesia.
Saat ini, harga pakan broiler telah mencapai sekitar Rp9.600/kg, sementara harga DOC melonjak hingga sekitar Rp7.000/ekor. Kenaikan tersebut membuat Harga Pokok Produksi (HPP) peternak rakyat semakin tidak terkendali. Banyak peternak kehilangan modal kerja, mengurangi populasi, bahkan terpaksa menutup kandangnya karena tidak mampu lagi menanggung kerugian yang terus berulang.
Ketua Komisi IV yang kami hormati,
Jika produksi jagung nasional benar-benar mencukupi kebutuhan dalam negeri, maka harga jagung pakan seharusnya lebih stabil dan terjangkau. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda: industri pakan masih menggunakan gandum sebagai substitusi, sementara peternak rakyat tetap membeli pakan dengan harga yang sangat tinggi.
Karena itu, terdapat beberapa pertanyaan besar yang perlu dijawab secara terbuka kepada publik:
– Berapa sebenarnya kebutuhan jagung pakan nasional setiap tahun?
– Berapa produksi jagung yang benar-benar dapat diserap oleh industri pakan?
– Mengapa gandum masih digunakan sebagai substitusi dalam jumlah besar?
– Siapa yang memperoleh manfaat dari tingginya harga jagung dan pakan?
– Mengapa peternak rakyat harus terus menanggung beban biaya produksi yang semakin meningkat?
PERMINDO tidak sedang menuduh pihak tertentu. Kami hanya meminta transparansi data dan kejujuran kebijakan. Sebab tanpa keterbukaan informasi, klaim swasembada jagung akan terus dipertanyakan oleh peternak rakyat yang setiap hari merasakan langsung mahalnya harga pakan.
Oleh karena itu, kami meminta kepada Ketua Komisi IV DPR RI untuk segera:
1. Memanggil Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pelaku industri pakan untuk membuka data riil produksi jagung nasional yang dapat diserap oleh industri pakan.
2. Menjelaskan secara transparan volume penggunaan gandum sebagai substitusi jagung pakan.
3. Mengevaluasi kebijakan tata niaga jagung melalui fungsi pengawasan DPR agar harga pakan dapat ditekan.
4. Memastikan bahwa kebijakan swasembada jagung benar-benar berdampak pada penurunan biaya produksi peternak rakyat.
Ketua Komisi IV yang kami hormati,
Peternak rakyat tidak membutuhkan slogan. Peternak rakyat membutuhkan harga pakan yang terjangkau, data yang transparan, dan kebijakan yang benar-benar berpihak pada keberlangsungan usaha mereka.
Jika swasembada jagung benar adanya, maka buktinya harus terlihat di kandang peternak: harga pakan turun, HPP terkendali, dan peternak rakyat dapat kembali hidup layak.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral kami terhadap jutaan peternak rakyat Indonesia. Besar harapan kami agar Ketua Komisi IV DPR RI berkenan memberikan perhatian, penjelasan, dan langkah nyata yang jujur, terbuka, serta berpihak pada kepentingan peternak rakyat.
Hormat kami,
PERHIMPUNAN PETERNAK RAKYAT MANDIRI INDONESIA (PERMINDO)
Kusnan
Ketua Umum
Heri Irawan
Sekretaris




