Bandung (TROBOSLIVETSOCK.COM). Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesejahteraan hewan (kesrawan), terlihat adanya pergeseran perilaku konsumen. Di mana masyarakat kini semakin selektif memilih pangan hewani yang proses budidayanya memperhatikan kesrawan. Tren ini bukan sekadar isu etis, tetapi sudah menjadi kekuatan pasar.
Salah satu upayanya ialah dengan transisi layer cage-free (ayam petelur bebas sangkar). Dalam hal ini, Act For Farmed Animal (AFFA) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam menggelar Lokakarya Pengembangan Telur Cage-Free untuk Peternakan Berkelanjutan di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (22/9) di Novotel Bandung, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Managing Director AFFA, Arie Rostika Utami, mengungkapkan bahwasanya peningkatan tren pasar global terhadap kesejahteraan hewan dan sistem pangan berkelanjutan telah mendorong perkembangan produksi telur cage-free sebagai bagian dari upaya promosi praktik peternakan yang bertanggung jawab. “Tren pangan peternakan yang bertanggung jawab ini tidak lepas dari dunia usaha memandang keberlanjutan. Keberlanjutan itu yang dikenal dengan ESG (environmental, social, dan governance),” urai dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi DKPP Jabar, Siti Rohani, memaparkan bahwa lokakarya ini diharapkan bukan hanya pertemuan saja tetapi bagaimana memperkenalkan dan memperkuat sistem pemeliharaan ayam petelur cage-free yang lebih memperhatikan kesrawan, ramah lingkungan, serta berorientasi pada keberlanjutan usaha perunggasan. Selain itu, Jabar memiliki potensi yang luar biasa terhadap ayam petelur, kurang lebih ada sekitar 48 juta ekor dengan produksi mencapai 714 ton telur.
“Angka tersebut telah memenuhi 108 % dari kebutuhan telur yang ada di Jabar. Oleh karena itu, mengapa unggas ini di Jawa Barat sudah surplus. Jadi ketika AFFA hadir, ternyata ayam itu perlu disejahterakan. Kami belum sampai ke sana, karena kami masih memikirkan hal-hal yang masih defisit di Jabar. Terima kasih kepada AFFA yang di luar sana sudah berpikir jauh ke depan terhadap kesejahteraan ayam,” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Kelompok Substansi Kesejahteraan Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, Ira Firgorita; Owner PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS), Roby Tjahya Dharma Gandawijaya; dinas peternakan kabupaten/kota, perwakilan produsen telur dan peternak, swasta, serta akademisi dan organisasi masyarakat sipil.bella






