Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Program Dosen Pulang Kampung IPB University bersama CENTRAS (Center for Tropical Animal Science) mengadakan kegiatan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan peternakan domba di Kelurahan Laladon, Kabupaten Bogor pada (8/8) di Balai Warga RW 06 Desa Laladon . Diungkapkan Prof. Dr. Ir. Nahrowi, M.Sc, Kepala CENTRAS, bahwa program ini membangun model peternakan domba perkotaan yang mengintegrasikan nutrisi presisi, kesehatan ternak, manajemen bisnis, dan pemanfaatan limbah.
“Pada aspek nutrisi, pakan disusun sesuai kebutuhan ternak berdasarkan bobot badan, umur, status fisiologis, dan tujuan produksi. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi pakan sekaligus mendukung target pertumbuhan dan reproduksi ternak,” ujarnya.
Lanjutnya, dari sisi kesehatan, program menekankan pencegahan melalui biosekuriti, sanitasi, air minum bersih, serta pengendalian kecacingan dan koksidiosis. Ternak yang sehat diharapkan memiliki produktivitas lebih tinggi dengan biaya kesehatan yang lebih rendah. Peternakan juga diarahkan sebagai usaha bisnis yang terukur, dengan perhatian pada harga pokok produksi, efisiensi biaya pakan, produktivitas, pemasaran, dan manajemen risiko. Program menargetkan penurunan biaya pakan sebesar 10–15% dan peningkatan keuntungan 15–20%.
Selain menghasilkan daging, peternakan dikembangkan dengan konsep circular farming. Kotoran domba dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik melalui pengomposan, sementara tanaman dapat menjadi sumber hijauan pakan. Dengan demikian, terbentuk siklus domba → daging dan pupuk → tanaman → hijauan pakan → domba. “Program ini mengintegrasikan tiga kompetensi, yaitu saya. di bidang nutrisi dan teknologi pakan, Dr. Arifin B. Nugraha di bidang kesehatan ternak, serta Dr. Maryono di bidang agribisnis peternakan,” tuturnya.
Melalui pendekatan terpadu tersebut, wilayah Laladon diharapkan menjadi living model peternakan domba perkotaan yang produktif, efisien, menguntungkan, ramah lingkungan, serta dapat direplikasi di wilayah lain. “Dari ilmu menjadi aksi, dari aksi menjadi produktivitas, dan dari produktivitas menjadi kesejahteraan,” pungkasnya. ramdan




