Cibinong (TROBOSLIVESTOCK.COM). Guna mendukungpengembangan subsektor peternakan, khususnya sapi potong, SISKA (Sistem Integrasi Sapi-Sawit) menjadi salah satu alternatif pilihanpeternak. Seiring dengan terbatasnya lahan hijauan untuk sapi potongdi Indonesia, limbah sawit memungkinkan sebagai substitusi penyediapakan untuk ternak. Sebaliknya, kotoran dari ternak dapat dijadikansebagai pupuk kompos untuk tanaman sawit.
Dalam rangka mempercepat model peternakan terpadu untukmendukung ketahanan pangan nasional, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) mengadakan seminar luring (luar jaringan) dengantopik “Percepatan Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) untukMendukung Ketahanan Pangan Nasional” pada Selasa (14/4) di BRIN, Cibinong, Jawa Barat. Membuka acara ini, Kepala Pusat Riset Peternakan, Santoso, menyampaikan bahwa hingga saat ini produksidaging sapi domestik baru mencapai 40-60 % dari kebutuhan nasional. “Artinya, seluruh kebutuhan setahun kita tergantung pada impor. Ini adalah tanda bahwa ketahanan pangan kita masih rentan,” sesalSantoso.

Namun di balik itu semua, lanjutnya, Indonesia sebenarnyamemiliki kekuatan besar yaitu memiliki jutaan hektar perkebunansawit di mana ada peluang strategis untuk menghadirkan solusi nyatamelalui SISKA. SISKA ini bukan hanya sakadar konsep, tetapi ini adalah pendekatan sistematik yang menghubungkan subsektorpeternakan dengan perkebunan dalam satu ekosistem yang produktif. Sistem ini mampu mejawab keterbatasan lahan, menekan biaya, meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Puji Lestari, menguraikan bahwasanya SISKA sangat mendukungprogram nasional yaitu ketahanan pangan. “SIKA di BRIN sendiritetap positif dan komitmen untuk mendukung program ini. Sebabmemang swasembada daging sapi di poin ketahanan pangan itu wajibkita dukung. Karena ini simbiosis mutualisme, bagaimana sapi dan sawit bisa meningkatkan produktivitasnya, itu bisa didukung untuk keberlanjutannya,” terang dia.

Sesi berikutnya ialah pemaparan materi oleh Direktur Pangandan Pertanian Bappenas, Jarot Indarto; Direktur Pakan DirektoratJenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian(Ditjen PKH Kementan), Tri Melasari; Direktur SISKA Ranch di Kalimantan Selatan, Wahyu Darsono; Peneliti Ahli Utama BRIN, BessTiesnamurti; serta Ketua Dewan Pakan ASOHI Periode 2021-2025, Prof Budi Tangendjaja.
Agrimat & Agrilivestock 2026
Lebih lanjut, Marketing Communication PT WakeniPengelenggaran Agrimat dan Agrilivestock 2026, Florencia, menjelaskan bahwa industri pertaniaan memegang peranan yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di sisilain, Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan mulai dariefisiensi produksi, ketersediaan teknologi hingga integrasi sistem yang berkelanjutan. Oleh karenanya, transformasi menjadi sebuahkebutuhan mulai dari penerapan integrasi sapi-kelapa sawit hinggapemanfaatan teknologi smart farming, artificial intelligence (AI), dan automation.
“Semuanya bergerak menunju satu tujuan, meningkatkanproduktivitas serta memperkuat daya saing industri secara nasional. Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, kami dari PT Wakenimenghadirkan pameran Agrimat dan Agrilivestock 2026. Ini menjadi sebuah platform B2B terintegrasi yang mempertemukan seluruhekosistem industri. Mulai dari sektor pertanian, subsektor peternakan, machinery, hingga solusi hilirisasi dan cold chain dalam satu waktudan satu lokasi,” jelasnya.
Melalui pameran ini, imbuh Florencia, vistor akan mendapatkanberbagai manfaat di antaranya menyaksikan langsung inovasi dan teknologi terkini di sektor pertanian dan subsektor peternakan, berinteraksi dengan lebih dari 100 brand dan pelaku industriterkemuka, membuka peluang kerja sama bisnis serta kemitraanstrategis, mengikuti seminar dan knowledge session bersama para ahlidi bidangnya. Yang paling utama, ini bukan sekadar pameran tetapimenjadi wadah solusi nyata untuk menjawab tantangan industri saatini.

Ia menekankan, pameran ini akan diselenggarakan pada 6-9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 Jakarta. “Visitor pass tersedia secara gratis dengan melakukan praregistrasi melalui QR Code yang tertera pada banner. Kami menantikan kehadiran Bapak dan Ibu di Agrimat dan Agrilivestock2026,” tutup Florencia.bella




