Padang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah mulai menyalurkan bantuan obat-obatan untuk ternak sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan galodo di Sumatera Barat. Bantuan tahap pertama tersebut diserahkan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, pada Minggu (30/11). Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, hadir langsung dalam penyerahan yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumbar, Sukarli, menjelaskan bahwa bantuan ini sangat dibutuhkan peternak yang terdampak. Ia menyebut banyak ternak mengalami luka, stres, hingga hilang akibat bencana. “Bencana tidak hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga menyerang sumber penghidupan mereka. Banyak ternak yang terluka, terinfeksi, atau terpapar lingkungan tidak higienis. Bantuan dari Ditjen PKH ini sangat membantu proses penyelamatan dan pemulihan ternak masyarakat,” ujarnya.
Obat yang disalurkan meliputi antibiotik, analgesik, antihistamin, vitamin injeksi, disinfektan cair, spray luka hingga obat cacing. Jumlah bantuan mencapai ribuan botol dan unit. Selain itu, Balai Veteriner Bukittinggi mengirim tambahan obat serta ribuan spuit dan jarum suntik untuk mempercepat penanganan medis hewan di lapangan.

Tim dokter hewan dari Kementan bersama tenaga medis Disnakeswan kini bergerak ke beberapa wilayah terdampak untuk melakukan layanan langsung. Pemeriksaan kesehatan ternak, penanganan luka, dan pendataan kebutuhan lanjutan dilakukan di Agam, Tanah Datar, dan Limapuluh Kota. Pemerintah menyebut langkah ini sebagai fase awal pemulihan subsektor peternakan di wilayah bencana.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat. Ia menilai bantuan tersebut penting untuk mendukung peternak yang kehilangan sumber ekonomi akibat bencana. “Bantuan ini sangat berarti untuk mempercepat pemulihan masyarakat, khususnya peternak,” ujarnya.
Sementara itu, Titiek Soeharto menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan hunian warga. Menurutnya, pemulihan ekonomi berbasis ternak juga harus diprioritaskan. “Pemulihan ini bukan hanya soal bangunan, tapi juga tentang mengembalikan kehidupan warga,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat dukungan sektor peternakan di wilayah terdampak. Ia mengatakan bahwa perhatian utama saat ini adalah memastikan ternak yang selamat tetap sehat dan dapat kembali produktif. “Penanganan kesehatan hewan menjadi bagian penting dari pemulihan, karena ternak adalah sumber ekonomi keluarga. Kami akan menambah bantuan sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya setelah mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Jakarta pada 28 November 2025.
Kementerian Pertanian memastikan tambahan bantuan akan dikirim setelah evaluasi kebutuhan kesehatan ternak rampung. Pemerintah berharap distribusi bantuan dapat mempercepat pemulihan sektor peternakan rakyat di Sumatera Barat.shara




