Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

Industri Layer di Tengah Tekanan Global

Kediri (TROBOSLIVESTOCK.COM). Industri peternakan unggas nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga bahan baku impor, fluktuasi kurs dolar, serta ketidakpastian pasokan soybean meal dan methionine yang memengaruhi biaya produksi. Kondisi pasar yang semakin kompetitif membuat efisiensi pakan kini tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi peternak untuk menjaga performa usaha tetap optimal.

Situasi tersebut menjadi latar digelarnya seminar bertajuk ‘Feed Efficiency and Optimal Performance in Challenging Markets” di Grand Surya Hotel Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (6/5). Kegiatan tersebut mempertemukan peternak, praktisi nutrisi, distributor, hingga perusahaan pakan untuk membahas langkah konkret menjaga performa ayam petelur di tengah lonjakan biaya produksi.

b2e513d6 a8d9 4544 8529 33a6eacc3e35
By Shara

Seminar ini merupakan kolaborasi antara PT BEC Feed Solutions Indonesia, Jefo Nutrition Inc., dan PT Mitra Buana Medikarya. Ketiganya menghadirkan pembicara dari bidang nutrisi, teknis lapangan, hingga pengembangan bisnis untuk mengulas perkembangan pasar soybean meal, methionine, bahan baku alternatif, serta pendekatan menjaga kesehatan saluran pencernaan ayam demi mempertahankan produktivitas layer (ayam petelur).

National Sales & Marketing Manager PT BEC Feed Solutions Indonesia, Anjas Morodiono, menyampaikan kegiatan itu menjadi ruang diskusi bersama untuk menghadapi tantangan industri peternakan saat ini. Ia mengungkapkan kondisi lapangan sedang sangat berat akibat kenaikan harga bahan baku dan tekanan pasar, sehingga seminar tersebut diharapkan mampu menghadirkan pertukaran pengalaman dan solusi praktis. “Harapan kami hari ini kita bisa dapatkan banyak pengalaman, banyak ilmu, tukar pikiran dan kita bisa atasi segala tantangan yang ada di dunia peternakan ini,” ujarnya.

3d84a9b5 d2a0 458f b729 84c13df0d081
By Shara

National Sales Manager for Indonesia, Jefo Nutrition Inc., Didi Dic Widjaja, memandang seminar itu sebagai wadah interaktif antara praktisi dan pelaku usaha unggas. Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang mendukung acara tersebut, sekaligus berharap pembahasan yang disampaikan para narasumber dapat langsung diterapkan di lapangan. “Semoga seminar ini menjadi wadah yang interaktif untuk berbagi ide, wawasan, dan solusi yang aplikatif,” tuturnya.

Direktur PT Mitra Buana Medikarya, Sunarno, menilai para peternak yang tetap bertahan di tengah kondisi telur murah dan bahan baku mahal merupakan pelaku usaha yang tangguh. Ia menjelaskan seminar tersebut penting karena membahas efisiensi pakan dan manajemen pemeliharaan sebagai kunci mempertahankan performa usaha. Sunarno juga menyebut teknologi formulasi dan strategi nutrisi menjadi bekal penting agar peternak tetap mampu berproduksi di tengah tekanan biaya.

Strategi Pakan Hadapi Tantangan

Nutritionist & Technical Manager, PT BEC Feed Solutions Indonesia, Mega Saragi, membuka sesi presentasi dengan memaparkan perkembangan pasar soybean meal dan DL-methionine. Ia menerangkan lonjakan harga soybean meal dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi bencana cuaca di negara produsen utama seperti Brasil dan Argentina, sementara permintaan global terus meningkat akibat kebutuhan industri pangan dan biofuel. Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih relatif stabil di kisaran 310-320 dolar AS per metrik ton karena pasokan Amerika Selatan melimpah.

Mega menerangkan tren penggunaan biofuel global justru menjadi faktor yang menjaga ketersediaan soybean meal. Produksi minyak kedelai yang meningkat akan menghasilkan soybean mealdalam jumlah besar sebagai produk samping. “Ketika permintaan biofuel tetap meningkat, maka nanti akan banyak pula produksi soybean meal sehingga harga masih tertahan,” jelasnya. Meski demikian, ia mengingatkan tantangan besar justru datang dari kebijakan domestik terkait pengambilalihan impor soybean mealoleh pemerintah.

Ia menyebut langkah pemerintah melalui BUMN untuk mengelola impor soybean meal memunculkan kekhawatiran baru di kalangan peternak unggas. Potensi lonjakan harga serta kesiapan logistik dan distribusi menjadi perhatian utama karena kebutuhan nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun. Kondisi tersebut diperkirakan membuat soybean meal menjadi bahan baku protein yang semakin mahal, sehingga formulasi pakan perlu disusun lebih efisien dengan berbagai intervensi tambahan.

Mega juga mengulas kenaikan ekstrem harga DL-methionineyang disebut mencapai titik tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kelangkaan bahan baku berbasis minyak bumi dan gas alam, ditambah terganggunya pasokan global akibat konflik geopolitik, membuat harga methionine melonjak tajam hingga mendekati 6 dolar AS per kilogram (kg). Ia memperkirakan kenaikan soybean meal dan methionine saja dapat meningkatkan biaya pakan lebih dari Rp 500 per kg. “Tantangan di lapangan itu nyata dan kita belum tahu arahnya akan ke mana,” ungkapnya.

Animal Nutritionist & Business Development Manager, PT Dinamika Megatama Citra, Henri Eko Prasetyo, menyoroti pentingnya efisiensi dalam menjaga profitabilitas usaha layer. Ia memaparkan Indonesia kini menjadi produsen telur terbesar ketiga dunia setelah China dan India dengan produksi mencapai lebih dari 146 miliar butir pada 2024. Pertumbuhan industri unggas nasional yang mencapai 6-7 % disebut turut dipicu meningkatnya minat masyarakat masuk ke sektor peternakan.

Henri menjelaskan industri pakan nasional masih sangat bergantung pada bahan baku impor, terutama jagung dan soybean meal. Berdasarkan data GPMT, sekitar 30-40 % bahan baku pakan masih berasal dari luar negeri sehingga fluktuasi kurs dolar dan kenaikan harga global langsung berdampak terhadap biaya produksi peternak. Ia menyebut situasi semakin rumit setelah muncul rencana pengendalian impor soybean meal oleh pemerintah yang diperkirakan mendorong kenaikan harga hingga 15 %.

Menurut Henri, penggunaan bahan baku alternatif menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada soybean meal. Kendati demikian, bahan baku lokal seperti palm kernel meal, DDGS, canola meal, maupun animal by product memiliki variasi nutrisi dan anti-nutrisi yang tinggi sehingga tidak bisa digunakan sembarangan. Ia mengingatkan peternak harus memahami kualitas bahan baku, tingkat kecernaan, serta potensi gangguan kesehatan usus sebelum menerapkannya dalam formulasi pakan.

Ia turut menekankan pentingnya kesehatan saluran pencernaan sebagai faktor utama keberhasilan produksi layer. Henri menjelaskan usus yang sehat akan meningkatkan penyerapan nutrisi dan membantu menjaga performa ayam tetap optimal meski memakai bahan baku alternatif. Penggunaan enzim, organic acid, hingga essential oil dinilai mampu memperbaiki kecernaan dan mengurangi dampak anti-nutrisi. “Kalau nutrisi sudah disusun sepresisi mungkin tapi ususnya bermasalah, hasilnya tetap tidak maksimal,” ucapnya.

Technical Services Specialist Jefo Nutrition Inc., Danielle Marie Estacio, melanjutkan pembahasan mengenai pendekatan optimalisasi performa layer di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan. Ia mengutarakan perubahan kualitas bahan baku dan tingginya kandungan anti-nutrisi membuat kesehatan usus menjadi fokus utama dalam menjaga efisiensi produksi. Strategi nutrisi modern, menurutnya, tidak hanya bertumpu pada kandungan protein dan energi, tetapi juga kemampuan ayam mencerna nutrisi secara maksimal.

Danielle menguraikan penggunaan feed additive seperti protease, organic acid, dan essential oil dapat membantu meningkatkan digestibilitas bahan baku alternatif. Pendekatan tersebut dinilai efektif menekan pertumbuhan bakteri patogen sekaligus memperbaiki struktur vili usus sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Kondisi itu penting terutama ketika peternak mulai mengurangi penggunaan soybean meal dan methionine akibat lonjakan harga pasar global.

Ia juga menggaris bawahi perlunya pendekatan menyeluruh antara nutrisi, manajemen pemeliharaan, dan kesehatan ternak. Formulasi pakan yang baik, lanjutnya, harus dibarengi biosekuriti, manajemen kandang, dan program vaksinasi yang tepat agar performa produksi tetap stabil. Danielle menilai efisiensi tidak dapat dicapai hanya dari satu sisi, melainkan melalui kombinasi strategi teknis yang saling mendukung di lapangan.shara

 

Tag:

Bagikan:

Trending

3f284a31-fd0e-480a-880f-59e17cedca87
ILDEX Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan Kementan RI
2ef66bc5-d97c-40eb-b075-5f1db8424951
Dari Kandang hingga Meja Makan, Menjaga Mutu Ayam dari Hulu ke Hilir
0377451d-583b-4e7b-b67c-fc3a3fcf3aa6
Bioindustri Itik Dongkrak Lahan Rawa Lebak
By Shara
YAPPI Apresiasi Pelaku Sosial Pangan Lewat Indolivestock Award
By nuruddin
JAPFA dan UGM Hadirkan Fasilitas Layer Free-Range Berbasis Riset dan Keswan
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!