Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

JAPFA Angkat Isu Gizi Anak Lewat AKJJ 2026

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Perhatian terhadap persoalan gizi anak kembali menjadi sorotan dalam penyelenggaraan Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 di Jakarta, Selasa (12/5). Melalui ajang tersebut, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak Indonesia melalui program sosial JAPFA for Kids.

AKJJ tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga yang digelar perusahaan. Mengusung tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”, kegiatan tersebut menyoroti perjalanan panjang program JAPFA for Kids dalam memperkuat edukasi gizi sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun generasi sehat.

Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya, mengatakan JAPFA for Kids merupakan bentuk komitmen perusahaan yang telah berjalan selama hampir dua dekade. Menurutnya, kualitas generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini.

“Selama 18 tahun, JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia. Kami percaya bahwa membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 05 18 at 08.33.38
By Shara

Ia menambahkan, penyelenggaraan AKJJ juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan media. Perusahaan berharap media dapat ikut meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya investasi gizi untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Persoalan malagizi, lanjutnya, masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan sebanyak 11 % anak usia 5–12 tahun masih berada dalam kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

Kondisi tersebut juga tercermin dari data pelaksanaan JAPFA for Kids di berbagai daerah. Pada 2025, dari total 15.498 siswa di sembilan lokasi program, sebanyak 1.034 siswa tercatat mengalami gizi kurang dan gizi buruk atau sekitar 6,6 % dari keseluruhan peserta.

Program JAPFA for Kids sendiri terus diperluas dari tahun ke tahun. Pada 2024, program tersebut menjangkau tujuh kabupaten dan kota dengan total sasaran 15.518 siswa, di mana 1.479 siswa teridentifikasi mengalami gizi kurang dan menjadi fokus utama intervensi program.

WhatsApp Image 2026 05 18 at 08.32.31
Para Pembicara sedang berdiskusi By Shara

Setelah program berjalan, sebanyak 762 anak atau sekitar 51,5 % berhasil mengalami peningkatan status gizi. Sementara pada 2025, cakupan program bertambah menjadi sembilan kabupaten dan kota dengan sasaran 123 sekolah.

Dari hasil pelaksanaan tahun 2025, sebanyak 646 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau setara 62,5 % dari total anak yang menjadi sasaran intervensi. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan efektivitas program dalam mendukung perbaikan gizi anak.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan program JAPFA for Kids dijalankan melalui pendekatan yang terintegrasi. Intervensi dilakukan tidak hanya melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga edukasi dan pembiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.

“Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA,” ungkap Retno.

Selain pemberian protein hewani, program tersebut juga mencakup edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, hingga monitoring berkala. Bagi Retno, langkah tersebut penting untuk memastikan dampak program dapat diukur secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam penyelenggaraan AKJJ 2026, JAPFA turut menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang profesional. Kehadiran para juri diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki dampak sosial yang kuat bagi masyarakat.

Jurnalis senior sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, Akhmad Munir, menilai media memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran publik mengenai isu gizi anak. Ia menekankan pentingnya karya jurnalistik yang berbasis data dan dekat dengan realitas masyarakat.

“Isu gizi anak bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Karena itu, karya jurnalistik yang kuat harus mampu menghadirkan data yang akurat, perspektif yang berimbang, sekaligus cerita lapangan yang dekat dengan masyarakat agar pesan yang disampaikan dapat mendorong perubahan nyata,” terangnya

Pandangan serupa disampaikan fotografer jurnalistik senior, Beawiharta. Ia menilai kekuatan visual dalam foto jurnalistik mampu membangun empati publik terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk isu gizi anak.

“Visual yang kuat mampu menghadirkan cerita yang lebih hidup dan menyentuh. Melalui foto jurnalistik, masyarakat dapat melihat langsung realitas di lapangan, sehingga isu gizi anak tidak hanya dipahami sebagai angka dan data, tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama,” kata Beawiharta.

WhatsApp Image 2026 05 18 at 08.33.03
Para Peserta By Shara

Sementara itu, pakar gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof Sandra Fikawati menilai edukasi mengenai gizi seimbang masih perlu diperluas. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat.

“Peningkatan kualitas gizi anak memerlukan keterlibatan banyak pihak. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat, terutama mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, pola makan seimbang, serta pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia dini,” ujar Prof Fika.

Melalui AKJJ 2026, JAPFA berharap lahir lebih banyak karya jurnalistik yang mampu memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Perusahaan juga berharap kolaborasi antara dunia usaha, media, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.shara

 

Tag:

Bagikan:

Trending

By Shara
JAPFA Angkat Isu Gizi Anak Lewat AKJJ 2026
2a910386-c111-4b68-baf2-f0bed5c916b8
NKV dan Higiene Sanitasi untuk Produk Unggas Berkualitas
3f284a31-fd0e-480a-880f-59e17cedca87
ILDEX Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan Kementan RI
2ef66bc5-d97c-40eb-b075-5f1db8424951
Dari Kandang hingga Meja Makan, Menjaga Mutu Ayam dari Hulu ke Hilir
0377451d-583b-4e7b-b67c-fc3a3fcf3aa6
Bioindustri Itik Dongkrak Lahan Rawa Lebak
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!