Trobos banner 2026.May

Kementan Pantau Olahan Daging Dam/Hadyu di Sukoharjo

Sukoharjo (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengawal keamanan dan mutu produk hewani dalam setiap tahapan penanganannya. Salah satu bentuk nyata pengawalan tersebut dilakukan saat pemantauan langsung terhadap proses pengolahan dan pengemasan daging Dam/Hadyu di PT Halalan Thayyiban Indonesia, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Jumat (11/7) lalu.

Pemantauan dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, didampingi Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dit. Kesmavet) sebagai tindak lanjut atas selesainya proses penyembelihan Dam/Hadyu 2025 yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada akhir Juni lalu.

“Pengawasan ini penting untuk memastikan seluruh tahapan, mulai dari pengolahan hingga pengemasan, dilakukan sesuai standar higiene dan sanitasi produk hewan. Tujuannya agar daging yang nantinya didistribusikan ke masyarakat aman, layak konsumsi, dan memberi manfaat gizi,” ujar Nuryani di sela kunjungannya.

WhatsApp Image 2025 07 16 at 14.59.45 1

Daging hasil penyembelihan disiapkan untuk didistribusikan ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan pemanfaatan hewan kurban memberi nilai tambah secara pangan dan sosial.

Sebelumnya, proses penyembelihan Dam/Hadyu berlangsung di tiga rumah potong hewan (RPH) yang telah ber- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) level III, yakni RPH Grabag, RPH Muntilan, dan RPH Jombang, pada 20–25 Juni 2025. Dari hasil pelaporan yang diterima Kementerian Pertanian, tercatat sebanyak 8.425 ekor kambing/domba telah dipotong. Mayoritas disembelih di RPH Jombang dengan jumlah mencapai 6.425 ekor, serta 2.000 ekor di RPH Grabag dan RPH Muntilan.

Rangkaian penyembelihan itu juga dikawal oleh tim pengawas dari Kementerian Pertanian, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat. Proses pemotongan berlangsung sesuai standar halal, dengan keterlibatan juru sembelih halal (Juleha) di masing-masing RPH.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan dan pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada keamanan pangan, tetapi juga berakar pada nilai keagamaan dan kebermanfaatan sosial.

Sementara itu, Ketua BAZNAS, KH. Noor Achmad, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Dam/Hadyu di dalam negeri memberi manfaat langsung bagi rakyat Indonesia. “Kami berharap pendampingan dari Kementerian Pertanian tetap berlanjut untuk penyelenggaraan Dam/Hadyu di tahun-tahun mendatang,” harapnya.roid

Tag:

Bagikan:

Trending

67d2f837-1967-4a14-acca-8a4ef0937102
PERMINDO: Peternak Rakyat Butuh Dialog & Solusi Pasar Berkelanjutan
4f4d32db-0177-4de8-8256-e23d132bf56f
Kementan Stabilkan Harga Ayam dan Telur dengan Kolaborasi Stakeholder
d186cbfd-fec7-4f6f-84a9-c70e5c613f84
HPDKI & Kodam III/Siliwangi Gelar Festival Ternak Domba Garut
By Kementan
Optimalisasi Pakan Lokal Sapi Perah di Sulsel
093ee3c2-a66c-4e6e-9b5b-727b3138b977
Kementan Himbau Tingkatkan Konsumsi Susu Nasional pada HSN 2026
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!