Kabupaten Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Di tengah mulai membaiknya harga ayam hidup (Live Bird/LB) Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) Hadir sebagai wadah baru bagi peternak ayam pedaging (broiler) skala rakyat di Indonesia. Kehadiran Permindo diharapkan menjadi jembatan antara semua stakeholder perunggasan diantaranya, peternak mandiri, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan industri perunggasan nasional.
Diungkapkan peternak broiler mandiri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Istanto bahwa kondisi harga ayam selama kurang lebih 3 bulan terakhir sudah mulai membaik. Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga agar peternak bisa kembali bernapas. Namun demikian, masalah utama peternak saat ini adalah sapronak seperti harga pakan yang kembali naik dan ketersediaan DOC (Day Old Chick/ayam umur sehari) yang masih sulit dan harganya terus naik. “Kondisi saat ini harga DOC sudah diatas Rp 8.000 per ekor , sehingga Harga Pokok Produksi (HPP) pun meningkat menjadi dikisaran Rp 19.000 – Rp 20.000 per kg,” jelasnya.
Dengan harga tersebut, menurut Istanto mahal dan langkanya DOC membuat peternak belum sepenuhnya merasakan dampak positif kenaikan harga ayam. “Dengan kehadiran Permindo, saya harap dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut dan menjadi saluran aspirasi peternak broiler mandiri,” ungkapnya kepada TROBOS Livestok dikandangnya didaerah Desa Pasarean Kec amatan Pamijahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Permindo, Kusnan menegaskan bahwa Permindo adalah wadah baru peternak broilermandiri Indonesia yang dibentuk untuk merangkul peternak rakyat agar tidak tertinggal dalam persaingan industri perunggasan. Keterbatasan akses DOC terjadi karena distribusi yang belum merata dan masih tersentral di titik tertentu, padahal peternak mandiri memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan Permindo siap berkolaborasi dengan pemerintah dan pelaku usaha lainnya. Permindo juga mendukung program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk rencana penambahan kuota Doc pada 2026 agar peternak mandiri dapat tumbuh bersama.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Permindo, Heri Irawan mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga ayam hidup dalam tiga bulan terakhir. “Meski harga ayam sudah membaik, peternak belum sepenuhnya menikmati kondisi tersebut karena masalah pemerataan keetrsedian DOC dan harganya yang terus mengalami kenaikan,” tuturnya.
Sedikit cerita, Heri memaparkan bahwa asal usul nama Permindo, yaitu untuk mewakili identitas peternak rakyat, menegaskan semangat kemandirian dan kedaulatan peternak serta mudah dikenali secara publik dan pemerintah. Sedangkan tujuan berdirinya Permindo difokuskan pada tiga pilar utama, diantaranya, menjaga stabilitas harga ayam hidup secara nasional melalui data, teknologi, dan koordinasi lintas daerah.
Kemudian, memperkuat posisi tawar peternak rakyat dalam bernegosiasi dengan pemerintah, integrator, perusahaan pakan, dan rantai pasok. Serta menghadirkan model advokasi modern yang berbasis data, kajian ekonomi, serta komunikasi strategis. “Visi Permindo adalah terwujudnya peternak rakyat yang berdaulat, mandiri, sejahtera, dan berdaya tawar kuat di indonesia. Visi ini menegaskan bahwa peternak rakyat bukan pelengkap industri, tapi pilar utama kedaulatan pangan nasional,” tegasnya.
Heri pun berharap Permindo ke depan dapat menjalin sinergi yang lebih kuat antara peternak pelaku usaha dan pemerintah,sehingga industri perunggasan nasional dapat tumbuh secara adil, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh peternak indonesia. ramdan






