Lembang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dalam rangka memperkuat produksi telur nasional, meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, serta mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pelaksanaan Program Pengembangan Ayam Petelur Tahun 2026. Melalui perencanaan yang matang, Kementan ingin memastikan program ini benar-benar mampu meningkatkan kapasitas usaha peternak sekaligus memperkuat ketersediaan telur sebagai salah satu sumber protein hewani utama masyarakat Indonesia.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, menjelaskan bahwa program pengembangan ayam petelur (layer) memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas usaha peternak dan memperkuat produksi telur nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, seluruh proses perencanaan harus dilakukan secara cermat dan berbasis data agar pelaksanaannya mampu memberikan dampak ekonomi yang optimal.

“Fokus utama pembahasan adalah pada spesifikasi teknis ayam petelur, pakan, kandang, serta sarana pendukung lainnya sesuai standar yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan peternak,” ujar Hary di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (12/6).
Kepada Inspektorat Jenderal Kementan, lanjutnya, ia terus berharap agar dilakukan pengawalan dan pendampingan dalam proses pengadaan dan penyaluran bantuan hingga kegiatan selesai. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling mudah dijangkau masyarakat. Karena itu, penguatan usaha ayam petelur menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Menurut Hary, program ini juga sejalan dengan berbagai agenda nasional dalam memperkuat penyediaan pangan bergizi dan meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan keluarga Indonesia.

Sementara itu, Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kementan, Pujo Harmadi, menekankan pentingnya tata kelola yang baik sejak tahap perencanaan agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Dokumen yang disusun secara matang akan menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha peternakan rakyat,” kata Pujo.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unit pelaksana teknis, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat keberhasilan program pengembangan ayam petelur di berbagai daerah.
Program Pengembangan Ayam Petelur 2026 diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi peternak rakyat, meningkatkan pendapatan usaha peternakan, menjaga ketersediaan pasokan telur nasional, serta mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat secara berkelanjutan. Melalui langkah-langkah persiapan yang matang dan pengawalan yang ketat, Kementan optimistis program ini akan memberikan dampak nyata bagi penguatan subsektor peternakan nasional sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.bella




