Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemasaran masih menjadi tantangan utama peternak domba, diakibatkan oleh keterbatasan akses pasar dan minimnya pemanfaatan teknologi pendukung. Oleh sebab itu, Sekolah Vokasi (SV) IPB melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemasaran Domba serta Monitoring dan Evaluasi Penanaman Hijauan di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (22/11). Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan, mahasiswa, serta kelompok peternak setempat. Program ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas peternak dalam mengelola usaha ternak domba, khususnya pada aspek pemasaran.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan IPB dan tokoh masyarakat yang menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, peternak, dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing peternakan rakyat. Setelah sambutan, dilakukan panen rumput secara simbolis yang dilanjutkan dengan demonstrasi pencacahan hijauan menggunakan mesin chopper. Mesin ini kemudian diserahkan sebagai inventaris kepada kelompok peternak Mulyaharja, sebagai dukungan nyata untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pakan harian.
Tim IPB juga melakukan monitoring penanaman hijauan dengan mengumpulkan sampel batang, daun, akar, dan tanah dari area penanaman. Data tersebut diperlukan untuk mengevaluasi keberhasilan program hijauan pakan serta menganalisis potensi produksi jangka panjang. Hasil awal menunjukkan perkembangan yang cukup baik, meskipun masih diperlukan analisis lanjutan di laboratorium.

Pelatihan pemasaran disampaikan oleh mitra industri ternak domba, PT Taznika Indonesia Group, yaitu Zia dan berlangsung secara interaktif. Para peternak diberikan pemahaman mengenai konsep dasar pemasaran, cara mengenali pasar potensial, strategi promosi dan branding, hingga penyusunan harga yang tepat berdasarkan nilai pasar dan biaya produksi. Zia juga memberikan kesempatan kepada peternak yang ingin mengembangkan pemasaran ternaknya untuk belajar langsung di perusahaan tersebut serta membangun sinergi Bersama. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif yang berlangsung selama pelatihan. Sebelum dan sesudah sesi materi, peserta juga mengikuti pre-test dan evaluasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan mereka.
Di akhir kegiatan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat langsung bagi para peternak, khususnya dalam memperkuat strategi pemasaran serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk pengolahan pakan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Sekolah Vokasi IPB berharap adanya peningkatan kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha ternak domba serta keberlanjutan program hijauan pakan yang telah berjalan di Mulyaharja.bella




