Tangerang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dam haji di Indonesia merupakan inisiatif pengelolaan denda (dam) haji yang tidak lagi hanya disembelih di Arab Saudi, melainkan dialihkan atau disinergikan penyembelihannya di Tanah Air. Adapun pengelolaan dam haji di dalam negeri bertujuan agar dana dan ternak dam dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Indonesia. Terutama sebagai langkah pemberdayaan ekonomi peternak lokal.
Menimbang besarnya manfaat dari dam haji di dalam negeri, Himpunan Alumni (HA) IPB University bersama Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) menggelar seminar luring (luar jaringan) dengan topik “Potensi Dam Haji terhadap Peternak Doka Nasional” pada Kamis (7/5). Acara ini digelar bersamaan dengan pameran Agrilivestock 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK 2 Tangerang, Banten.
Agenda ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal HA IPB, Anggawira, yang mengungkapkan bahwa dam haji nasional perlu dibangun ekosistem yang terpadu, transparan, dan berdampak. “Dari pembayaran ibadah menuju ekosistem ekonomi umat yang modern, transparan, dan memberi manfaat luas. Adapun prinsip utama ekosistem tersebut yakni syariah dan halal, transparan, akuntabilitas, kolaborasi, serta berkelanjutan,” sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, sambutan disampaikan oleh Staf Ahli Manajemen Konektivitas, Kemenko Bidang Pangan, Prayudi Syamsuri, di mana ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir sebagai fungsi kontroldan pengawasan. Tujuannya supaya dam haji di Indonesia bermanfaat, berdampak, transparan dan akuntabel. Bukan hanya sekadar menggugurkan hajat para jamaah.
“Peran dan kontribusi HA IPB dalam menyelenggarakan dam di Indonesia ialah sebagai penguat ekosistem peternakan rakyat, penjamin kesehatan dan kesejahteraan ternak, penjamin kualitas dan halal, riset, inovasi dan pengembangan produk, optimalisasi distribusi berbasis data, edukasi dan pemberdayaan, advokasi dan kebijakan, serta kolaborasi multipihak,” pesan Prayudi.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan sesi materi yang disampaikan oleh Kepala Divisi Inovasi dan Program Kreatif Direktorat Kajian dan Pengembangan Baznas, Abdul Aziz Yahya Saoqi tentang “Potensi Kurban dan Dam, Sumber Daya Sosial-Ekonomi yang Siap Dikelola”. Dilanjutkan oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirkesmavet Ditjen PKH Kementan), I Ketut Wirata dengan topik “Potensi Dam Haji terhadap Peternak Kambing dan Domba Nasional”. Terakhir, Ketua HPDKI, Yudi Guntara Noor dengan topik “Potensi Dam Haji terhadap Peternak Domba Kambing Nasional”. Seminar nasional ini berjalan interaktif dan diharapkan mampu menjadi tolak ukur kebijakan atas potensi dam haji di Indonesia.bella




