Paris (TROBOS). Low Carbon Agriculture Consortium pada Kamis (27/11/25) lalu menyelenggarakan webinar khusus yang membahas bagaimana genetika induk babi hiperprolifik modern dapat dikelola secara berkelanjutan untuk menurunkan jejak lingkungan produksi babi. Webinar ini mengulas secara komprehensif seluruh siklus reproduksi, mulai dari kebuntingan, laktasi, hingga umur produktif induk, dengan menawarkan solusi praktis agar produktivitas tinggi tetap sejalan dengan kesejahteraan ternak dan efisiensi produksi.
Dari Low Carbon Agriculture Consortium, Olivia Garcia, memaparkan kemajuan genetika saat ini telah menghasilkan ukuran litter yang semakin besar. Kondisi ini menuntut pendekatan manajemen yang lebih adaptif agar kesejahteraan ternak dan keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Dalam sesi ini, Nucleus memaparkan bagaimana progres genetika, jika dikelola dengan tepat, justru dapat menjadi fondasi produksi babi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Jam-jam pertama kehidupan anak babi menjadi faktor penentu vitalitas, keseragaman, dan tingkat kelangsungan hidup. Webinar ini menampilkan berbagai solusi untuk mendukung proses kelahiran yang lebih lancar, asupan kolostrum yang optimal, serta perkembangan awal anak babi yang lebih baik. Beberapa pendekatan yang dibahas antara lain manajemen kalsium yang lebih terarah untuk memperpendek durasi kelahiran dan meningkatkan performa laktasi (Dietaxion), pengaturan profil lemak pakan untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menurunkan jejak karbon (Valorex), serta penggunaan probiotik pada akhir masa kebuntingan yang terbukti memengaruhi lama proses kelahiran, komposisi kolostrum, dan pembentukan mikrobiota awal (Lallemand).
“Sesi ini menunjukkan bahwa produksi babi yang berkelanjutan sangat mungkin dicapai ketika genetika, nutrisi, kesejahteraan ternak, dan teknologi berjalan selaras. Solusi yang dipaparkan hari ini menegaskan kuatnya kolaborasi dalam membantu produsen menuju sistem peternakan yang lebih efisien dan rendah karbon,” ujar Olivia.TROBOS/diana




