Senin, 20 Mei 2019

Lolit Grati Dukung Riset Sapi Potong Nasional

Lolit Grati Dukung Riset Sapi Potong Nasional

Foto: dok.ramdan


Pasuruan (TROBOSLIVESTOCK.COM). Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) Grati, Pasuruan Jawa Timur yang merupakan unit pelaksana teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, berperan aktif mendukung program riset nasional, khususnya  riset sapi potong.

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian didaulat menjadi leader untuk riset nasional bidang sapi potong, unggas, perkebunan dan hortikultura.

 

Semua itu tersusun dalam rencana induk riset nasional bidang pertanian termasuk di dalamnya subsektor peternakan, yang digodok di Bappenas dengan melibatkan Kemenristekdikti, Balitbangtan, LIPI, Batan dan praktisi swasta termasuk feedlotters (usaha penggemukan sapi potong).

 

Indonesia sudah memiliki rencana induk riset nasional yang disusun oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan diimplementasikan pada 2018 - 2045. Namun, untuk bisa dikerjakan kedalam rencana yang lebih detail lagi perlu disusun prioritas riset nasional 5 tahunan yaitu pada 2019-2024.

 

Dicky Pamungkas Kepala Lolitsapi Grati kepada TROBOS di kantornya (20/5) menyatakan dalam menjalankan peran riset itu, lembaganya terus berkoordinasi dengan semua stakeholder seperti Batan, LIPI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, swasta dan pihak terkait sapi potong.

 

Sambungnya, upaya – upaya dalam mendukung riset sapi potong nasional terangkum dalam rencana strategi (renstra) Bioteknologi Modern dan Teknologi Pendukung Produksi Benih/Bibit Sapi Potong Unggul dengan target pada 2024 menghasilkan calon bibit unggul sapi potong dengan bobot sapih ≥ 120 kg dan bobot badan ≥ 400 kg (umur 24 bulan).

 

Penjabaran dari renstra tersebut, dikatakan Dicky, telah dimulai riset sumber daya genetik (SDG) sapi potong dengan kegiatan eksplorasi plasma nutfah sapi potong, diantaranya sapi Sasra (Sragen) dan sapi Jabres (Brebes) di Jawa Tengah.

 

Lalu, pengembangan marker seleksi untuk sifat pertumbuhan, produksi karkas, kualitas daging, sifat reproduksi dan terapi gen penyakit SE. Selanjutnya, formulasi ransum dan pakan suplemen untuk peningkatan kinerja produksi dan reproduksi serta daging berkualitas. Pengembangan Teknologi Reproduksi (Tes Kit Kebuntingan, Tes Kit Kesuburan, Sexing Sperma, Sinkronisasi Estrus, Produksi Sperma Sapi Bali Pooled).

 

Selain itu, pengembangan sapi bibit secara partisipatif dan pengolahan pasca panen berbasis bioteknologi. “Tidak lupa juga pengembangan vaksin (bgc, se, mastitis, brucellosis, jembrana), kit deteksi cepat (campylobateriosis, leptospirosis, brucellosis, jembrana). Serta pengembangan teknologi informasi (data recording, formulasi ransum dan pendugaan bobot badan),” paparnya.

 

Ia menambahkan semua upaya dalam renstra sesuai dengan misi Lolitsapi untuk menghasilkan inovasi teknologi sapi potong tropika unggul berdaya saing mendukung pertanian Bio-industri serta mengembangkan inovasi sapi potong tropika unggul dalam rangka peningkatan penguasaan sains dan teknologi (scientic recognition), juga pemanfaatannya dalam pembangunan pertanian bio-industri (impact recognition). ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain