JAKARTA (TROBOSLIVESTOCK.COM). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggagas sistem hilirisasi peternakan dengan membangun ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Gagasan ini mendapat dukungan dari sekitar 4 juta peternak unggas di Indonesia.
Dalam pertemuan Mentan Amran bersama perwakilan peternak unggas, koperasi, dan asosiasi, di Jakarta pada Jumat (9/10), Yudianto Yosgiarso selaku Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional menyampaikan dukungannya atas gagasan Mentan yang disiapkan mulai dari pengendalian harga bahan baku, penguatan penyerapan telur, hingga rencana pembangunan industri pengolahan hasil ternak.
“Kami mendapatkan banyak sekali harapan. Salah satunya adalah bagaimana menjalin sebuah siklus close loop, sehingga petani jagung, koperasi peternak, dan peternak bisa terhubung dalam satu ekosistem.” ujar Yudianto.
Kementan akan mendukung penyediaan benih jagung bagi koperasi yang memiliki kelompok petani binaan. Hasil panen petani nantinya dapat diserap peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan, sedangkan kelebihan pasokan dapat disalurkan ke Bulog sebagai cadangan. Gagasan tersebut disambut baik oleh Yudianto dengan harapan memperkuat ketersediaan jagung untuk pakan ternak, serta memberi kepastian pasar bagi petani.
Strategi yang diusulkan berikutnya dengan pembangunan industri tepung telur dan tepung daging yang berbahan baku unggas. Terobosan ini sebagai penguatan hilirisasi dan daya serap hasil peternakan unggas, terlebih ketika terjadi kelebihan produksi.
Menurut Yudianto, pembangunan industri tepung telur ini bermanfaat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap produk impor. Selain itu, pemanfaatan hasil peternakan yang diolah menjadi tepung daging dapat menjadi solusi untuk menjaga stabilitas harga ayam di peternak ketika terjadi over supply.

“Usulan kami dari para peternak untuk segera dibangun industri tepung telur tadi disetujui. Kami juga berharap pembangunan pabrik tepung daging, khususnya yang berasal dari ayam, bisa segera ditindaklanjuti.” Katanya.
Dukungan pemerintah dari sisi hulu dilakukan dengan mempercepat distribusi penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu meringankan tekanan pada peternak yang mengalami kenaikan harga pakan.
Kebutuhan jagung peternak, disebutkan oleh Suwardi selaku Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mencapai 223 ribu ton untuk periode Oktober 2026 hingga Februari. Ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat distribusi Jagung SPHP dan pemberian benih jagung kepada petani jagung melalui koperasi.
Suwardi menjelaskan, koperasi akan berperan menghubungkan petani sebagai produsen jagung dengan peternak sebagai pengguna hasil panen. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun harmonisasi antara produksi jagung dan kebutuhan pakan ternak.
Mentan Amran berharap dengan adanya ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dapat menyelesaikan kendala dan tekanan yang dirasakan peternak secara menyeluruh. Upaya ini sekaligus menjadi dukungan memperkuat ketahanan pangan nasional dalam mewujudkan ketersediaan perotein hewani yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.fara




