Jumat, 1 Juli 2022

Urgensi Herbal Pada Unggas

Urgensi Herbal Pada Unggas

Foto: 


Manfaat herbal bukan untuk pengobatan langsung melainkan sebagai
tindakan preventif agar unggas tidak mudah terserang penyakit

Sebagus apapun genetik pada ung-
gas modern apabila tidak didukung

dengan lingkungan yang memadai,
maka performa pada unggas tidak akan
optimal. Di lain sisi, unggas modern sangat
sensitif terhadap pengaruh lingkungan.
Acap kali, unggas modern mudah terserang
penyakit. Agar unggas modern lebih tahan

terhadap gempuran penyakit, salah satu-
nya dengan pemberian nutrisi yang mampu

menjaga sistem metabolisme pada unggas
sekaligus sebagai upaya preventif.
Nasiruddin Miftahul selaku Business

Development PT Ganeeta Formula Nusan-
tara mengutarakan bahwa upaya preventif

yang bisa dilakukan peternak guna mem-
bentengi unggas modern dari serangan pe-
nyakit dapat dilakukan dengan pemberian

senyawa alami yang berasal dari tanaman
(herbal). Fungsi herbal lebih kepada upaya

preventif dengan zat aktifnya akan men-
stimulus imunitas pada tubuh unggas (imu-
nomodulator). “Adapun perbedaan dengan

antibiotik yakni antibiotik lebih mengarah

secara spesifik dalam hal pengobatan seka-
ligus membunuh mikoorganisme atau pe-
nyakit di unggas,” ujarnya kepada TROBOS

Livestock pada Kamis (23/6).
Kendati demikian, menurut Nasiruddin,

masih banyak peternak yang disinformasi
terkait antibiotik. Salah satunya antibiotik
yang mampu meningkatkan pertumbuhan

pada unggas atau lebih dikenal dengan An-
tibiotic Growth Promoters (AGP).

Dia ceritakan, dulunya AGP tidak
langsung berfungsi untuk meningkatkan
produktivitas atau menambah bobot badan

pada unggas. Tetapi, lebih kepada hal peng-
obatan yakni memulihkan kondisi unggas

agar tetap sehat. Serta bersih dari bakteri
yang mengganggu proses pertumbuhan
sehingga metabolisme unggas bisa optimal.
“Alhasil, peternak banyak yang masih

mispersepsi bahwa antibiotik mampu me-
macu pertumbuhan dan produktivitas yang

dihasilkan lebih optimal. Runtutan informa-
si yang panjang ini lalu dipotong, sehingga

antibiotik dianggap mampu meningkatkan
pertumbuhan serta menurunkan konversi

pakan (FCR),” ja-
barnya.

Hal inilah yang

menyebabkan pe-
ternak menggu-
nakan AGP karena

memiliki dampak

besar bagi pertumbuhan unggasParahnya lagi, dosis yang diberikan dari

awalnya yang rendah, karena belum mem-
berikan dampak yang besar, lama-lama do-
sisnya dinaikkan dan terus bertambah.

Guna menyikapi hal itu, tutur Nasirud-
din pemerintah sejak Januari 2018 telah

melarang penggunaan AGP karena dikha-
watirkan residu dan terjadi kekebalan (re-
sisten). Sebab dua tersebut menjadi salah

satu hal yang berbahaya di masa yang
akan datang. “Adanya kekebalan beberapa

mikroorganisme seperti bakteri menyebab-
kan bakteri tersebut mampu bertahan hi-
dup bahkan berevolusi,” cetusnya.

Fungsi Herbal
Nasiruddin mengatakan penggunaan
herbal tidak menyebabkan residu pada

produk unggas yang dihasilkan. Artinya, ke-
tika unggas telah dipotong lalu dagingnya

dikonsumsi tidak akan menimbulkan residu

pada manusia. “Herbal juga tidak menye-
babkan resisten terhadap mikoorganisme

atau penyakit pada unggas. Bahkan di her-
bal mampu mempercepat pemulihan infek-
si ketika unggas terserang penyakit,” papar-
nya.

lanjutnya, misalnya ayam petelur yang
mengalami cekaman stres menyebabkan

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Livestock edisi 274/Juli 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain